•  
  •  
 

Abstract

Untuk memahami tingkat urgensi transformasi interoperabilitas, institusi perlu memetakan berbagai risiko yang mungkin muncul akibat rendahnya tingkat integrasi sistem informasi. Pemetaan tersebut dapat dilakukan melalui matriks risiko interoperabilitas yang disusun berdasarkan dua dimensi utama, yaitu tingkat dampak (impact) dan probabilitas terjadinya risiko (probability). Pendekatan ini membantu universitas menilai risiko secara lebih objektif dan menentukan prioritas mitigasi yang paling mendesak. Dalam konteks tata kelola digital, risiko interoperabilitas tidak lagi dipahami sebagai persoalan teknis yang bersifat insidental, melainkan sebagai bagian dari risiko strategis institusi yang dapat memengaruhi stabilitas operasional, kualitas keputusan, dan reputasi organisasi.

First Page

278

Last Page

285

Share

COinS