Abstract
Leksis adalah salah satu unsur bahasa yang diperoleh oleh pembelajar bahasa pada tahap-tahap awal, baik oleh pembelajar bahasa ibu (B1) maupun bahasa kedua/asing (B2). Dalam proses pemerolehan B2, terbukti bahwa pembelajar tidak hanya menghadapi masalah kesalahan struktur bahasa, tetapi juga masalah pemilihan leksis. Namun, patut disayangkan bahwa sampai saat ini para linguis terapan belum banyak yang berminat meneliti masalah leksis, sehingga permasalahan yang timbul dalam pengajaran B2 belum banyak mendapat alternatif pemecahan yang lebih baik. Oleh sebab itu, tulisan ini berusaha menunjukkan bahwa masalah leksis penting untuk dikemukakan, sama pentingnya dengan masalah unsur bahasa lainnya. Selain itu, bahasan ini juga menyajikan perihal perilaku dan peran leksis yang diambil dari Ronald Carter (1989), yang dikaitkan dengan pembelajaran B2 dan masalah-masalah yang muncul dalam bahasa antara. Kesalahan pemilihan leksis yang muncul dalam bahasa antara berupa penggabungan kata-kata dalam set leksikal yang tidak tepat secara kolokasional. Bahasan ringkas ini diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan kepada para guru B2 tentang leksis agar mereka dapat mengatasi masalah yang timbul di kelas dengan lebih bijaksana.
First Page
140
Last Page
150
Recommended Citation
Mukminatien, Nur
(1994)
"Masalah leksis dalam Bahasantara,"
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya: Vol. 22:
No.
2, Article 2.
DOI: https://doi.org/10.17977/um015v22i21994p140-150
Available at:
https://citeus.um.ac.id/jbs/vol22/iss2/2
