Abstract
Whole language mengandung konsepsi bahwa bahasa merupakan gejala plural yang memiliki keutuhan. Oleh sebab itu, sebagai bahan pembelajaran, bahasa tidak dapat disikapi sebagai gejala yang tersegmentasi secara artifisial, melainkan dipahami sebagaimana penggunaannya dalam berbagai peristiwa komunikasi. Sebagai sebuah wawasan dalam konteks pengajaran bahasa, penerapan prinsip whole language berimplikasi pada cara memandang bahasa sebagai bahan pembelajaran, bentuk pembelajaran, asesmen, dan penilaian. Dalam arti luas, penerapan prinsip tersebut berimplikasi pada perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian program pembelajaran.
First Page
164
Last Page
174
Recommended Citation
Aminuddin, Aminuddin
(1994)
"Tentang Whole language dalam pengajaran bahasa,"
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya: Vol. 22:
No.
2, Article 4.
DOI: https://doi.org/10.17977/um015v22i21994p164-174
Available at:
https://citeus.um.ac.id/jbs/vol22/iss2/4
