Abstract
Bahan ajar bagian penting untuk menunjang proses pembelajaran. Indonesia mempunyai kearifan lokal yang beragam contohnya tradisi kehidupan nelayan, namun keterbatasan materi dalam buku peserta didik membutuhkan pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal. Metode pengembangan menggunakan model ADDIE (Analysis-Design-Development-Implement-Evaluate). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, validasi ahli media, dan angket peserta didik. Teknik analisis data menggunakan kualitatif dari hasil pengamatan observasi, wawancara guru dan peserta didik, saran dan masukan dari dosen ahli bahan ajar. Sedangkan data kuantitatif berupa angka dari pengisian angket. Hasil validasi ahli media bahan ajar diperoleh 92,5 persen dengan kriteria sangat layak digunakan dan validasi ahli materi diperoleh hasil 97,5 persen dengan kriteria sangat layak digunakan juga. Berdasarkan hasil angket penggunaan bahan ajar tentang Potret Kehidupan Nelayan di Kwanyar dapat meningkatkan minat belajar peserta didik.
Recommended Citation
Mahmud, Dini Rosyada
(2023)
"Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal Nelayan di Nusantara untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Sekolah Dasar,"
Journal of Innovation and Teacher Professionalism: Vol. 1:
No.
3, Article 1.
Available at:
https://citeus.um.ac.id/jitpro/vol1/iss3/1
