Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan critical thinking melalui model discovery learning dan kemampuan literasi membaca melalui model discovery learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan jenis metodenya adalah Classroom Action Research (CAR). Penelitian dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri empat tahapan yaitu perencanaan (Planning), tindakan (Action), pengamatan (Observation), dan refleksi (Reflection). Pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Adapun teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I hasil tes kemampuan berpikir kritis siswa dengan rerata 78,10 di siklus II meningkat menjadi 84,82 persen dengan katageri 100 persen siswa dinyatakan tuntas belajar. Adapun kemampuan literasi membaca menggunakan model Discovery Learning dalam AKM dibuktikan dengan adanya hasil ketuntasan pada siklus II mencapai 83,26, sedangkan di siklus I yaitu 76,29 nilai maksimal siklus I 91,36, masih ada 11 siswa dinyatakan belum tuntas, sedangkan pada siklus II nilai maksimal 94,7 dan 100 persen siswa dinyatakan tuntas belajar. Dengan demikian dapat disimpulkan 1) terdapat pengaruh positif antara model Discovery Learning dengan kemampuan critical thinking peserta didik. 2) Penerapan model pembelajaran Discovery Learning terbukti mampu meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa.
Recommended Citation
Mufidah, Imroatul; Suyono, Suyono; and Ekawati, Ratna
(2023)
"Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Critical Thinking dan Literasi Membaca dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Sekolah Dasar,"
Journal of Innovation and Teacher Professionalism: Vol. 1:
No.
3, Article 2.
Available at:
https://citeus.um.ac.id/jitpro/vol1/iss3/2
