•  
  •  
 

Jurnal Pendidikan Sains

Abstract

Pembelajaran fisika yang digunakan selama ini masih banyak berpusat pada guru. Siswa cenderung pasif dalam mengikuti pembelajaran fisika. Walaupun terdapat kegiatan eksperimen, siswa hanya melaksanakan petunjuk yang sangat jelas tanpa adanya tantangan kognitif, sehingga prestasi belajar fisika masih rendah. Pembelajaran open inquiry menyediakan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan kerja ilmiah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah desain faktorial 2 × 2 dengan teknik purposive sampling. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Blitar semester gasal tahun pelajaran 2012/2013, dengan enam kelas sebagai sampel. Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing terdiri atas 36 siswa. Instrumen pengumpulan data meliputi kemampuan kerja ilmiah dan prestasi belajar siswa. Data dianalisis menggunakan ANAVA dua jalur serta uji lanjut Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) prestasi belajar fisika siswa yang belajar dengan pembelajaran open inquiry lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional; (2) terdapat interaksi antara pembelajaran open inquiry dan kemampuan kerja ilmiah terhadap prestasi belajar fisika; (3) prestasi belajar fisika siswa dengan kemampuan kerja ilmiah tinggi yang belajar menggunakan pembelajaran open inquiry lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional; dan (4) prestasi belajar fisika siswa dengan kemampuan kerja ilmiah rendah yang belajar menggunakan pembelajaran open inquiry lebih rendah dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.

First Page

92

Last Page

99

Share

COinS